Minggu, 11 Juni 2017

Perdana Mengunjungi Jadikan Hobi




Sabtu, 20 Mei 2017 adalah hari bersejarah bisa melangkahkan kaki langsung ke tempat pembuatan surat kabar yang terkenal di propinsi Riau. Ya Graha Pena Riau Pos Group tempat dimana surat kabar bermula hingga di sebarkan dari kota hingga pelosok desa di Riau. Siapa sangka di gedung ini tidak hanya memproduksi satu jenis Koran saja. Namun berbagai macam seperti Koran Mx, Pekanbaru pos dan masih banyak lagi. Namun tetap saja yang menjadi primadona hari ini adalah Riau Pos karena menjadi pembelajaran dasar sebagai mahasiswa untuk menjadi jurnalis yang professional nantinya.


Bapak Helfizon Assyafei menyatakan bahwa sangat merasa senang dengan kunjungan mahasiswa Ilmu Komunikasi ini. Selain menjalin hubungan silahturahim momen ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar lenih dalam tentang berita dan Koran. Memenuhi mata kuliah Komunikasi Massa, hal ini mendapatkan antusias dari pada mahasiswa yang ikut serta dalam pertemuan ini. Ada yang sangat membanggakan juga bahwa salah satu alumni dari ilmu komunikasi UIN Suska Riau, Sholrh telah menjadi wartawan di Riau Pos. Jadi sapa saja yang ingin bergabung dengan Riau Pos, diharapkan bisa memiliki pengalaman menarik seperti ini.
Koran yang terbit 17 Januari tahun 1991 ini sudah banyak mendapatkan prestasi yang luar biasa. Salah satunya terbitan Koran pertama “Teluk Meletus” karena Koran ini hanya menjadi satu-satunya yang mengabarkan peristiwa teluk meletus. Dibandingkan Koran lain hanya menggambarkan kondisi setelah kejadian peristiwa ini. Selain tugas wartawan mencari berita, seorang humas di Riau Pos ini harus sangat berperan aktif dalam mempertahankan agar Koran tetap hidup di kalangan pradigma pandangan masyarakat. Walaupun kevanggihan teknologi yang berita kapan saja bisa diupdate  namun tetap saja, Koran harus di budidayakan.
Proses kerja yang cukup panjang dari reporter yang berpencar mencari sumber berita, adanya coordinator liputan, dan wajib mendapatkan minimal 6 berita setiap masing-masing reporter. Berita di input, lanjut ke penata liputan hingga ke editor dan redaktur. Akhir dari itu akan di print oleh masing-masing redaksi pelaksana. Baik itu Koran metropolis atau nasional dan akan di cek oleh penanggung jawab redaktur perhalamannya. Kemudian sampailah Koran di tangan kita yang dikirim oleh masing-masing kurir yang bertugas.
Mahasiswa yang ikut berpartisipasi juga banyak mengacungkan tangan untuk bertanya baik itu bagaimana menjadi crew dan bagaimana produksi dari Riau Pos sendiri. Moment ini harus dilaksanakan kembali demi terwujudnya wartawan yang professional. Menjadikan membaca Koran adalah suatu hobi dan berbagi insprirasi kepada kalangan teman keluarga dan masyarakat.aratam

Kamis, 30 Maret 2017

KOMUNIKASI MASSA PART III

Sisi Positif dan Negatif Konvergensi Media

Perkembangan teknologi kini sudah tidak bisa dihindari lagi, salah satu buktinya adalah dengan adanya konvergensi media. Konvergensi media adalah penyatuan atau penggabungan berbagai media dan teknologi komunikasi. Konvergensi media merupakan integrasi dari fungsi-fungsi beberapa media ke dalam satu media. Hal ini membuat runtuhnya tembok pemisah antara berbagai teknologi dan aplikasi komunikasi dan informasi, sehingga antara teknologi satu dan yang lainnya tidak dapat dibedakan lagi. Konvergensi muncul didorong oleh kebutuhan pengguna akan beberapa fungsi teknologi. Fungsi-fungsi tersebut awalnya berada pada media yang berbeda-beda, karena dorongan ini maka dihasilkanlah perpaduan dari beberapa fungsi ini ke dalam satu media saja. Disinilah konvergensi terjadi.[1]
Konvergensi berkaitan dengan dunia digitalisasi . Setiap informasi berkembang dari format analog menjadi format digital. Apa itu digital? Teknologi digital berkaitan dengan internet, maka dari itu konvergensi memungkinkan bergabungnya media telekomunikasi tradisional dengan internet sekaligus. Dibanding analog, digital memiliki beberapa kelebihan seperti memproses informasi lebih cepat, tidak mudah terganggu oleh gangguan luar seperti cuaca dan bangunan, dan tampilan yang modern. Konvergensi teknologi yang besar dimulai ketika ditemukan telepon, televisi dan komputer yang kemudian teknologi ini disatukan dengan teknologi internet yang akhirnya berkembang tanpa batas.
Banyak sekali contoh konvergensi media saat ini, berikut saya paparkan beberapa contohnya : Televisi digital, televisi multisaluran/televisi kabel. Saat ini masyarakat tidak hanya menonton televisi dari televisi saja. Konvergensi terjadi antara komputer dan televisi, dimana kita bisa menonton televisi melalui komputer. Tidak hanya itu, bahkan televisi bisa ditonton melalui ponsel. Hal ini membuktikan konvergensi media membuat berbagai hal menjadi praktis dalam satu media, bayangkan saja sekarang kita bisa menonton televisi kapan saja dan bisa dibawa kemanapun melalui ponsel tanpa harus duduk diam menonton televisi dirumah.
Komputer kini tidak hanya digunakan untuk akses informasi  dan mengolah data informasi saja, namun sudah bertumbuh dengan adanya akses internet dan siaran televisi. Menurut saya, konvergensi media mengubah paradigma orang tentang televisi, dulu saya hanya  beranggapan bahwa televisi itu berbentuk besar, kotak, memiliki antenna dalam dan luar. Namun perkembangan yang terjadi membuat paradigma saya berubah bahwa televisi memiliki berbagai bentuk, mulai dari televisi di ponsel yang berukuran kecil, televisi di komputer sampai layar LCD televisi yang besar. Ada juga televisi kabel dari konvergensi antara televisi dan telepon, yang memungkinkan penggunanya untuk bisa memilih sendiri siaran yang disukai serta mengajukan permintaan siaran melalui layanan telepon yang disediakan.
http://tataldita.files.wordpress.com/2011/03/digital-tv-transition-7774842.jpg?w=300&h=252
Hanphone/ ponsel. Konvergensi media terjadi juga pada ponsel. Kita tidak menggunakan ponsel hanya untuk komunikasi saja tapi ada fungsi-fungsi lainnya. Saat ini terdapat banyak layanan-layanan media didalam ponsel, yang tidak terbatas hanya untuk sms dan telepon. Kamera foto, video, musik atau mp3, televisi, radio, 3G, bahkan akses internet ada dalam satu media ponsel. Hal ini jelas memudahkan dan menguntungkan pengguna ponsel dalam melakukan berbagai aktifitas. Pengguna tidak perlu membeli kamera foto yang harganya cukup mahal, tapi bisa memotret dengan menggunakan ponsel.
http://tataldita.files.wordpress.com/2011/03/iphone3g-australia.jpg?w=300&h=224
Televisi online. Adalah televisi melalui internet dimana teknologi ini adalah penggabungan dari media televisi dan internet. Masyarakat sekarang bisa menonton televisi melalui internet.  Di Indonesia sendiri contoh-contoh televisi online adalah seperti yang dimiliki  Metro TV yaitu www.metrotvnews.com, dan SCTV yaitu www.liputan6.com.
http://tataldita.files.wordpress.com/2011/03/metrotvnews-com.jpg?w=300&h=225
IPTV (Televisi Internet protokol) Merupakan televisi hasil konvergensi dari siaran televisi, televisi kabel, akses internet dan layanan telepon yang dikirimkan menggunakan protokol Internet melalui jaringan broadband (August E. Grant & Jennifer H. Meadows, 2008 : 113). IPTV merupakan televisi interaktif yang menggambarkan konvergensi televisi dengan teknologi media digital seperti komputer, perekam video pribadi,  dan perangkat mobile telepon, yang memungkinkan interaktivitas pengguna. Konsep program interaktif ini  berupa kuis interaktif, partisipasi penonton, pemilihan akhir drama, dan memesan produk atau home shopping.
http://tataldita.files.wordpress.com/2011/03/iptv2.jpg?w=300&h=241

Hadirnya internet membuktikan konvergensi media.  Cukup dengan satu media komputer kita sudah bisa mengakses berbagai informasi, membaca surat/email, menonton televisi, mendengarkan musik, radio, layanan banking, berbicara melalui video (skype), dan menelepon. Wah, saya sendiri pun tercengang dengan perkembangan teknologi yang canggih ini.
IPad merupakan bentuk dari salah satu perkembangan teknologi yang maju. IPad adalah produk konvergensi dari telepon dan komputer. Perpaduan dua media ini menghasilkan media yang canggih dan modern dimana IPad menyajikan bermacam-macam layanan yang ada di telepon maupun di komputer termasuk akses internet.
http://tataldita.files.wordpress.com/2011/03/ipad-logo-300x225.jpg?w=535
Berbicara tentang implikasi (akibat, dampak, atau pengaruh) dari konvergensi media tentu banyak sekali. Konvergensi media memiliki implikasi positif dan negatif. Implikasi positifnya :
1.      Konvergensi media memperkaya informasi secara meluas tentang seluruh dunia karena ada akses internet.
2.      Memberikan banyak pilihan kepada masyarakat pengguna untuk dapat memilih informasi yang diinginkan sesuai selera, contohnya saja adalah televisi interaktif dan televisi multisaluran dimana pengguna memilih sendiri program siaran yang disukai. Sehingga penggunaan teknologi konvergensi menjadi lebih personal.
3.      Lebih mudah, praktis dan efisien. Tidak perlu punya dua media kalau ternyata bisa punya satu media saja dengan dua fungsi.
4.      Timbulnya demokratisasi informasi dimana semua orang bisa mengakses informasi secara bebas dan luas dengan berbagai cara dan bentuk.
5.      Dalam implikasi ekonomi, konvergensi berpengaruh terhadap perusahaan dan industri teknologi komunikasi karena mengubah perilaku bisins. Keuntungan yang didapat dari hasil konvergensi media sangat menguntungkan dan memajukan perusahaan. Selain itu, mudahnya akses informasi membuat industri dan perusahaan semakin mudah dan cepat mengantisipasi tantangan, kebutuhan baru konsumen serta persaingan yang mengetat.
6.      Di bidang pekerjaan, jelas sekali di jaman sekarang ini jenis-jenis pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi digandrungi banyak orang dan peminat seperti hal-hal yang berbau IT atau sistem informasi, menurut saya hal ini menjadi bukti kuatnya teknologi dalam kehidupan manusia.
7.      Masyarakat mendapatkan informasi lebih cepat. Contohnya, para pembaca berita online hanya dengan mengklik informasi yang diinginkan di komputer maka sejenak informasi itu pun muncul.
8.      Interaktif. Masyarakat bisa langsung memberikan umpan balik terhadap informasi-informasi yang disampaikan. Media konvergen memunculkan karakter baru yang makin interaktif, dimana penggunanya mampu berkomunikasi secara langsung dan memperoleh konsekuensi langsung atas pesan (Severin dan Tankard, 2001: 370).
9.      Konvergensi media menyediakan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi secara visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001: 27).[2]
Konvergensi media juga tidak terlepas dari implikasi negatif, yaitu :
1.      Perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadi kecanduan teknologi (cybermedia dan cybersociety). Adanya ketergantungan teknologi dimana segala sesuatu menjadi serba praktis dan otomatis. Menurut saya teknologi yang praktis memang bagus karena mempercepat dan memudahkan, namun hal ini juga bisa menjadi buruk jika kita tidak bijak menggunakannya,mengapa? Karena dengan adanya praktis kita cenderung menjadi orang yang “malas” dimana segala yang otomatis akan mempercepat hilangnya pekerjaan karena pekerjaan manusia sudah bisa digantikan dengan teknologi yang canggih.
http://tataldita.files.wordpress.com/2011/03/estress_tecnologico1.jpg?w=300&h=295
2.      Munculnya masyarakat digital/ masyarakat maya. Kemajuan teknologi konvergensi yang maju telah mempersempit jarak dan mempersingkat waktu. Jarak dan waktu sudah bukan masalah lagi, misalnya anda di Eropa dengan saya di Asia bisa saling berkomunikasi saat itu juga melalui internet atau media lainnya tanpa perlu bertemu langsung.
3.      Media cetak/media tradisional/media konvensional mulai kalah dengan media modern/media baru/ media online.
4.      Kesenjangan sosial yang semakin besar.
Adanya dampak positif dan negatif dari konvergensi media pada akhirnya menimbulkan tantangan-tantangan baru yaitu :
1.      media cetak, dimana media tradisional atau konvensioanal tertinggal sehingga pers tradisional digantikan oleh pers online. Dalam media digital wartawan bebas mengupdate informasi secara langsung dengan teknologi konvergensi, akibatnya fungsi editor berkurang dalam pers. Masyarakat melalui media digital dapat mengetahui berita pada waktu sesungguhnya atau pada saat peristiwa berlangsung, hal ini berbeda dengan media cetak yang harus menunggu keesokan harinya agar berita dapat disebarluaskan. Contoh konvergensi dalam hal ini seperti www.detik.com dan www.lintasberita.com . Ditambah lagi pemerintah juga sudah memanfaatkan teknologi konvergensi ini dengan membuka laman internet untuk publikasi informasi. Maka dari itu hal ini menjadi tantangan media massa konvensional agar tidak terus ketinggalan dengan media digital dan harus mengembangkan manajemen pemberitaannya menjadi lebih cepat, akurat, lengkap dan dapat segera diakses masyarakat di seluruh dunia.
http://tataldita.files.wordpress.com/2011/03/situs-resmi-kab-tala.jpg?w=300&h=187
2.      Berkurangnya interaksi sosial secara langsung menyebabkan komunikasi yang tidak efektif. Hal ini sebagai tantangan dari dampak negatif konvergensi media dimana face to face mulai tidak diminati lagi, orang lebih cenderung suka berkomunikasi lewat media. Akibatnya adalah hilangnya social presence sehingga komunikasi tidak efektif. Mengapa tidak efektif? karena tidak melihat dan merasakan langsung ekspresi wajah serta bahasa tubuh lawan bicara yang akhirnya malah akan timbul kesalahpahaman isi pesan. Contohnya, sekarang orang lebih suka berbicara melalui ponsel dibandingkan bertemu langsung, alhasil resiko adanya misunderstanding semakin besar.
3.      Timbulnya kesenjangan sosial yang semakin besar merupakan tantangan bagi konvergensi media. Dulu perbedaan kelas-kelas sosial dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pendidikan, dst, namun di masa digital kini, perbedaan kelas sosial semakin jelas terlihat karena dipengaruhi oleh kemampuan akses informasi seseorang. Hal lain yang menjadi tantangan konvergensi media adalah kesiapan masyarakat agar tidak menimbulkan cultural schock. Perkembangan teknologi seperti konvergensi media merupakan hal baru dan canggih bagi masyarakat, namun kadang sebagian masyarakat belum siap dengan inovasi teknologi ini baik siap secara ekonomi maupun secara pengetahuan.[3]




[1] Grant, August E. & Meadows, Jennifer H. (2008). Communication Technology Update and Fundamentals. Focal Press. USA hal 23
[2] Lievrouw, Leah A. & Livingstone, Sonia M. (2006). Handbook of New Media: Social Shaping and Social Consequences of ICTs. SAGE. London. Hal 127
[3] Preston, Paschal. (2001). Reshaping Communications: Technology, Information and Social Change. SAGE. London hal 37

Kamis, 23 Maret 2017

KOMUNIKASI MASSA PART II

DEFINISI
BUDAYA,ADAT ISTIADAT,TRADISI,KEBIASAAN, DAN PERADABAN

1. PENGERTIAN BUDAYA
          budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan di wariskan dari generasi kegenerasi. budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bgian yang tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya di wariskan secara genetis. ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang bernudaya, dan menyesuaikan peradabannya membuktikan bahwa budaya itu di pelajari.[1]
budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh, budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. banyak aspek budaya turut menentukan prilaku komunikatif. unsur-unsur sosiobudaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
2. ADAT ISTIADAT
          adat istiadat adalah adalah aturan dan perbuatan yang lazim dituruti atau di lakukan sejak dahulu kala yang mengatur kehidupan manusia. aturan yang mematur kehidupan manusia di indonesia bisa menjadi sebuah aturan hukum yang mengikat di sebut hukum adat.
3.TRADISI
          tradisi (bahasa latin:traditio,”diteruskan”) atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan sesuatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan,waktu, atau agama yang sama. hal yang paling mendasar dari tradsi adalah adanya informasi yang di teruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun tidak tertulis, karna tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah.
4. KEBIASAAN
          kebiasaan adalah tindakan lazim/ umum dilakukan masyarakat, contohnya kebiasaan makan dengan tangan kanan, kebiasaan bertegur sapa bila bertemu dengan orang yang telah di kenal, meskipun bukan termasuk aturan, kebiasaan mempunyai pengaruh terhadap prilaku keseharian warga masyarakat. pada umumnya orang berusaha berprilaku sesuai dengan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
5.PERADABAN
          menurut albion small peradaban adalah kemampuan manusia di dalam mengendalikan dorongan dasar kemanusiannya untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. sementara dari hal itu, kebudayaan mengacu kepada kemampuan manusia di dalam mengendalikan alam dengan melalui ilmu pengetahuan serta teknologi. menurutnya, yang menyatakan bahwa peradaban berhubungan dengan adanya suatu perbaikan yang bersifat kualitatif serta menyangkut kondisi batin manusia, sedangkan kebudayaan tersebut mengacu pada suatu yang bersifat material,aktual,relefan,serta konkret.







[1] human communication:kontek-konteks komunikasi
[2] dedi mulyana dan jalaluddin rakhmat.komunikasi antarbudaya:panduan berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya.2006.bandung: remaja rosdakarya.hal.25

Rabu, 15 Maret 2017

KOMUNIKASI MASSA PART I

 Pengertian Lambang, Symbol, Tanda, dan Homophily

1. Lambang
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, lambang adalah sesuatu seperti tanda (lukisan, perkataan, lencana dan sebagainya) yang menyatakan sesuatu hal atau mengandung maksud tertentu.
Menurut Ensiklopedia Indonesia lambang adalah suatu tanda atas dasar kesepakatan atau persetujuan bersama (meliputi juga semboyan dan kata-kata sandi) serta berbagai tanda umumnya.
Lambang-lambang bahasa, baik lisan maupun tulisan disebut lambang verbal. Sedangkan lambang-lambang lainnya yang bukan bahasa disebut lambang non verbal.
Lambang Komunikasi adalah sesuatu seperti tanda yang menyatakan sesuatu hal atau mengandung maksud tertentu. Lambang merupakan tanda-tanda yang dipakai untuk menyampaikan pesan di dalam komunikasi.
Jenis-jenis lambang yang diperlukan dan dipergunakan di dalam proses komunikasi
a.       Lambang Gerak
Lambang gerak adalah lambang yang menggunakan gerakan anggota badan, misalnya muka merah itu tandanya malu atau marah, menggelengkan kepala itu tandanya tidak setuju, mengangkat telunjuk tangan yang didekatkan dengan mulut tandanya jangan ribut dan sebagainya.
b.      Lambang Suara
Lambang Suara adalah lambang yang menggunakan pendengaran (telinga) misalnya mendengarkan radio, Mendegarkan musik, berteriak, menangis dan sebagainya.
c.       Lambang Warna
Lambang warna adalah lambang yang menggunakan warna-warna, misalnya lampu merah di dalam lalu lintas adalah merupakan tanda berhenti bagi semua kendaraan, dan warna hijau tandanya semua kendaraan boleh berjalan.
d.      Lambang Gambar
Lambang gambar adalah lambang yang menggunakan gambar-gambar, misalnya iklan disurat kabar atau ditelevisi menggunakan gambar yang menarik , gambar lalu lintas menggunakan gambar-gambar yang mempunyai arti tertentu.


e.       Lambang Bahasa
Lambang bahasa adalah lambang yang menggunakan bahasa, baik lisan maupun tulisan. Bahasa lisan adalah bahasa yang dilisankan, diucapkan atau dibunyikan, contohnya terdengar nada lagu, irama. Sendangkan lambang tertulis adalah lambang yang ditulis.
f.       Lambang Angka
 Lambang angka adalah lambang yang menggunakan angka angka, misalnya alat-alat menghitung , mistar, meteran, kode-kode telepon dan sebagainya.

2.      Symbol
Simbol adalah lambang yang memiliki suatu objek, sedangkan kode adalah seperangkat simbol yang telah disusun secara sistematis dan teratur sehingga memiliki arti. Sebuah simbol yang tidak memiliki arti bukanlah kode. Kata David K. Berlo (1960).
Lampu pengatur lalu lintas (traffic light) yang dipasang di pinggir jalan misalnya adalah simbol polisi lalu lintas, sedangkan simbol warna yang telah disusun secara teratur menjadi kode bagi pemakai jalan. Begitu juga halnya dengan letusan misalnya, ia adalah simbol dari senjata dan atau mobil yang pecah. Tetapi kalau letusan itu berlangsung 21 kali, maka ia menjadi kode penghormatan kepada tamu Negara.
Simbol-simbol yang digunakan selain sudah ada yang diterima menurut konvensi internasional, seperti simbol-simbol lalu lintas, alphabet latin, simbol matematika, juga terdapat simbol-simbol local yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok-kelompok tertentu.
Banyak kesalahan komunikasi (miscommunication) terjadi dalam masyarakat karena tidak memahami simbol-simbol lokal. Di beberapa daerah pedalaman yang masih tradisional, banyak pendatang kesasar dan menjadi korban penduduk asli karena tidak mengenal simbol-simbol atau kode yang digunakan oleh penduduk setempat.[1]


3.      Tanda
Tanda mengarah kepada seseorang, yakni menciptakan dalam pikiran orang itu suatu tanda lain yang setara, atau bisa juga suatu tanda yang lebih terkembang.


4.      Homophily
suatu keadaan yang menggambarkan derajat pasangan perorangan yang berinteraksi yang memiliki kesamaan dalam sifat.






[1] Morrisan “Teori Komunikasi Individu Hingga Massa” cet.3.hal.136

Minggu, 01 Januari 2017

CERPEN

Keteguhan Hati (Keganti)-Kisah Hidup Mahasiswa


            Menjadi salah satu orang terpopuler di SMA tidak membuat jalan masuk menuju perguruan tinggi semudah yang dibayangkan. Beberapa prestasi sudah diraih dan harapan akan diterima disalah satu universitas yang sangat ia impikan. Bagaimana tidak seorang yang biasa di panggil Asymo ini selalu mendapatkan respon baik dari teman dan guru-gurunya. Serta setiap perlombaan yang diikutinya mendapatkan juara. Tidak hanya di kelas namun juga di luar daerah. Dalam hatinya tertanam tidak ada rasa sulit yang menghampiri, dan tetap percaya tidak ada yang tidak mungkin.
Selain pintar Asymo juga adalah remaja putri yang sangat baik, mudah bergaul dengan siapa saja dan hampir seluruh siswa di sekolah tempat ia menunut ilmu mengenal siapa itu Asymo. Berkat kegigihan dan keteguhannya dalam belajar, maka ia juga mudah mendapatkan jalur undangan masuk ke salah satu universitas yang sangat ia inginkan. Betapa sangat bahagianya ketika itu, ia terpilih menjadi salah satu wanita posisi 4 besar untuk menduduki universitas itu. Dengan semangat yang luar biasa ia mempersiapkan semuanya dan sangat bangga akan perjuangannya selama ini. Namun ada saja aral yang melintang, beberapa wanita populer lainnya tidak menyukai kemenangan yang di raih Asymo. Ini disadari oleh Asymo ketika melihat hasil kelulusan di Universitas yang seharusnya tertera nama lengkapnya. Ternyata tak seperti yang dibayangkan,  berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan, ya jatuh berderai tetesan dari mata indahnya. Nama yang ia harapkan tak kunjung ditemukan setelah berulang kali mencari. Hal ini menjadi cambuk yang sangat luar biasa untuk Asymo, entah apa yang salah pada dirinya kenapa ada ke mustahilan seperti ini.
            Inti masalahnya adalah uang,  Asymo hanya memberikan uang pendaftaran tidak dengan uang jaminan sebesar 5juta rupiah. Jaminan ini berfungsi  jika siswa di sekolah ini lulus, maka wajib untuk mengambil peluang itu,  agar sekolah tersebut tidak di blacklist tahun yang akan datang. Tak dapat di pungkiri yang seharusnya kolom itu berisi namanya namun di isi oleh perempuan yang tidak menyukai nya. Rasanya tidak ada lagi harapan untuk tetap melanjutkan perjuangan, hanya karena uang bisa menggantikan semuanya. Amarah pun tak tertahan lagi, tangis mengucur deras di pipi indahnya “kenapa begitu sakit ya Rabb, Inikah nikmat yang harus aku terima?”.
Memang bukan salah siapa-siapa, Asymo hanya mempunyai orang tua tunggal yang menjadi tulang punggung untuk keluarga kecilnya. Yang sejak kecil hanya tinggal bertiga dengan salah satu sepupu perempuan yang sekolahnya juga dibiayai oleh ibu Asymo.
 Untuk melunasi uang jaminan itu adalah salah satu hal yang sangat sulit untuk dipenuhi ibunya. Sudah hampir sebahagian uang itu terkumpul dari berdagang di pasar, sampai mendekati hari pelunasan Asymo tak kunjung bisa melunasi jaminan tersebut. Namun pihak sekolah juga sudah memberikan keringanan,  karena Asymo adalah salah satu siswa yang aktif dan berprestasi maka dibolehkan untuknya tidak membayar jaminan itu,  dan wajib membayar jika Asymo dinyatakan lulus. Takdir berkata lain, ia tak bisa menduduki posisi menjadi mahasiswa di salah satu universitas kebanggaannya itu.
Tidak putus harapan, Asymo berjuang lagi untuk mengikuti  beberapa tes di 3 universitas dengan jurusan yang berbeda. Walaupun dengan harus memikirkan bagaimana nantinya untuk membayar uang spp setiap semesternya. Dalam hatinya selalu saja ada rasa tak ingin memberatkan ibu untuk membiayai studinya. Mencari peluang di daerah tempat tinggalnya ia bekerja menjadi seorang Pramuniaga di salah satu toko, yang niat utamanya uang itu diberikan untuk ibu. “Manusia apa aku ini, membiarkan orang tua berjuang sendiri.  Tidak tega melihat ibu berjualan di pasar , membanting tulang hanya untuk membiayaiku hidupku”.
Tak pernah terbayangkan Asymo, namanya tetera pada 3 universitas yang ia daftarkan. Kebahagiaan terpancar di wajah ibunya dan meminta ia masuk di salah satu universitas itu. Dengan kondisi seperti ini ia mengurungkan niatnya menjadi mahasiswa. “Asymo bekerja saja bu, untuk mencukupi semua kebutuhan dan membiayai semua hutang-hutang kita.” Ucap Asymo dengan berlinang air mata. “Azzahra Asymo, kamu adalah putri ibu yang pintar. Pergunakan itu untuk membahagiakan. Bukan hanya membahagiakan  ibu namun juga  orang lain nak. Jadilah orang yang sukses yang berguna untuk orang banyak”  jelas ibu Asymo.
Tak berfikir panjang peluang ini tidak lagi dibuang begitu saja oleh Asymo, ia berharap salah satu universitas yang ia pilih ini adalah tempat ia bisa mengabdikan dirinya juga menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain. Memilih jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Islam di Pekanbaru adalah jawaban dari tadahan tangannya setiap malam.
Demi untuk mencukupi spp pertama masuk kuliah ia harus bekerja siang dan malam di salah satu toko, dan menjadi ojek antar jemput anak tetangga setiap pagi dan sepulang sekolah. Hal ini selalu dilakukan Asymo hingga  semua uang itu terpenuhi dan ia pun resmi menjadi mahasiswa. Betapa bahagianya ada jalan lain yang disiapkan oleh Allah untuk Asymo dan keluarga kecilnya. Walaupun tanpa seorang ayah ia masih bisa melanjutkan sekolahnya.
            Belum selesai cerita pedih yang dialami Asymo, ia harus merelakan dirinya setiap malam untuk kembali bekerja di tempat yang berbeda demi memenuhi kebutuhan ia dan ibunya. Selain bekerja di toko ia juga berjualan di salah satu kantin di kampus itu. Begitu banyak hinaan untuk dirinya, tak jarang juga ia sering menangis ketika keningnya bersentuhan dengan sejadah. Ini adalah satu perjuangan terbesar yang harus dilalui Asymo untuk menjadi sarjana.
            Dengan kelembutan dirinya ia mampu bergaul dengan cepat dengan siapa saja bahkan dengan mahasiswa dari universitas yang lain, selain itu keahliannya berkomunikasi dengan baik menjadi nilai tambah dalam dirinya. Bukan hanya cemoohan ia terima, ia juga mendapatkan respon baik dari teman dan beberpa dosen. Semester pertama ia mendapatkan IP dengan rata-rata sangat memuaskan. Selain itu semester tahap kedua ia menjadi salah satu reporter yang bekerjasama dengan salah satu media ternama di daerah itu. Tidak sampai disitu prestasi yang mengagumkan juga ia dapatkan menjadi moderator termuda di acara-acara resmi, di dalam dan luar kampus, serta menjadi salah satu asisten dosen yang sangat ia senangi. Itu tidak pernah terfikirkan olehnya karna yang ia lakukan adalah untuk membahagiakan ibu dan orang-orang di sekitarnya.
Anak semata wayang  ini menggeluti hari-harinya dengan bekerja dan menjalani aktifitas sebagai seorang mahasiswa. Banyak rintangan yang harus di hadapi oleh Asymo. Selain harus meminjam uang untuk semester ia juga harus pandai menyisipkan hasil keringat untuk membayar uang kontrakannya. Tak jarang juga garam adalah salah satu lauk yang menjadi santapan lezatnya setiap malam. Untuk menghemat pengeluaran, salah satu andalan Asymo sejak duduk di bangku SMP adalah dengan berpuasa, itu menjadi kebiasaannya agar uang yang ia punya bisa dipergunakan untuk yang lain.
Tidak hanya bekerja namun ia juga aktif di organisasi kampus, dan dengan niat baiknya ia mendapatkan beasiswa untuk tetap melanjutkan kuliah. Namun tidak berbangga hati ia masih tetap bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu dan mengisi tabungannya untuk membeli rumah. Ya salah satu impian terbesarnya mempunyai tempat berteduh sendiri tanpa harus menyewa dan ditagih oleh pemilik rumah seperti setiap bulannya. Semua mahasiswa juga mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda, tapi lain dengan Asymo, ia merasa dirinya tidak mendapatkan kesulitan namun suatu batu loncatan agar ia semangat dan mengingatkan ia tidak lupa bersyukur atas apa yang telah ia dapatkan, baik itu kepedihan juga penghargaan atas apa yang ia lakukan.
Demi mengisi waktu luangnya ia juga memberanikan diri untuk mengambil pekerjaan di satu tempat pengkopian buku sekitaran kampusnya, ini dilakukan Asymo ketika jeda waktu masuk perkuliahan. Sembari menunggu jam kuliah selanjutnya, kekosongan itu di isi dengan bekerja. Salah satu perempuan yang mampu mengerjakan pekerjaan ini. Sebab kalangan pekerja di tempat itu mayoritas adalah laki-laki.
Entah bagaimana ia mengatur waktunya untuk bekumpul dengan teman-teman, belajar, bersenang-senang dan membuat tugas. Semuanya ia lakukan bak suangai Kampar yang mengalir begitu saja. Banyak yang berfikir bahwa nilai yang ia dapatkan karena aktifitas yang ia lakukan hanya sekedar belajar dan belajar. Namun tidak semua yang tercengang ketika mengetahui bahwa waktu belajar nya adalah ketika dosen menjelaskan, karena baginya ilmu yang mudah diingat dan lama di memori adalah ketika kita serius dalam menangkap ilmu itu. “Jika saya belajar lagi dirumah, dan menghabiskan waktu hanya untuk belajar. Nanti saya dan ibu saya tidak bisa makan. Tidak mungkin hanya sekedar garam yang kami kunyah tanpa nasikan?”. Ucapnya. Asymo hanya tertawa kecil jika ditanya kapan belajar.
Proses belajarnya dalah ketika perkuliahan, namun setelah itu ia harus rela membagi-bagi waktunya untuk menghasilkan rupiah demi rupiah. Ini dilakukannya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan, agar tidak dengan meminta-minta, dan tidak harus menunggu belas kasihan orang lain. Tidak perlu bersusah payah mengemis perhatian dari keluarga yang notabenen juga merasakan hidup  yang hampir sama.
Lalu bagaimana waktu untuk ia beristirahat? Asymo juga manusia yang membutuhkan semua itu, ia tidur selama 5jam setiap malam dan di bantu selepas sholat ketika teman-temannya makan siang, ia menyempatkan istirahat walaupun hanya 10 menit. Ini menjadi rutinitas yang di lakukan Asymo sejak sekolah hingga duduk  di bangku perkuliahan.
Wanita berusia 19 tahun ini selain mampu menyemangati dirinya, ia juga mampu memberikan dampak positif untuk orang-orang terdekatnya. Berkat ketulusannya dalam bersahabat ia juga selalu mensupport mereka agar tidak mudah menyerah dan harus bisa melebihi dirinya. Karena baginya bukan nilai yang selalu menentukan kualitas hidup seseorang, namun tanpa nilai kita juga tidak bisa mempunyai kualitas untuk mampu membatu dan berguna bagi orang lain.
Asymo juga wanita biasa yang mampu merasakan jatuh cinta, tapi baginya cinta yang luar biasa itu nanti bisa dirasakan dengan nikmat ketika ia telah membahagiakan ibunya. Salah satu semangatnya juga berada pada satu pria yang juga begitu pintar, dan tampan. Namun harus mengkubur dalam-dalam perasaan itu, ia hanya mau berjalan di satu jalan untuk ibu dan bermanfaat untuk orang lain.
Wajahnya memang tidak begitu cantik namun mampu menenangkan, senyumnya yang begitu manis juga tutur katanya yang begitu lembut, membuat para lelaki banyak mengintai hatinya. Tidak satu dua orang yang mendekati dan memberanikan diri menyatakan cinta kepadanya, tapi sudah beberapa laki-laki yang setiap kali bertemu dengannya merasakan kenyamaman dan ketenangan itu dari dalam dirinya.
Namun Asymo berpegang pada keteguhannya selama ini bahwa cinta adalah anugerah yang harus di jaga dengan baik dan di berikan kepada orang yang berhak untuk di cintai. Bukan berarti mereka yang mendekati hatinya tidak baik, namun ia hanya menjaga dirinya sebagai seorang muslimah dan terus memprioritaskan dirinya hanya untuk mewujudkan impiannya selama ini. “Jika benar kamu mencintai, silahkan kita berjuang dahulu di jalan masing-masing. Kelak jika kita memang di tadirkan bersama maka kita akan bertemu dengan cara yang sangat luar biasa”. Kalimat yang selalalu di lontarkan Asymo jika ada laki-laki yang mendekati hatinya.
Perjalanan hidup yang amat pedih ini ia jalani dengan selalu bersyukur, ia tidak pernah kelihatan mengeluh atas pahitnya hidup serta selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang membutuhkan dirinya. Baginya menjadi seorang mahasiswa tidak harus berjalan mulus, namun karena kerikil-kerikil kecil ini menjadi salah satu warna yang menyertai setiap langkah di perjalanan hidup yang akan menjadi ingatan indah nantinya. “Mungkin dengan tersenyum, beban, tangis, lelah yang ku hadapi terasa ringan dan seakan hilang begitu saja ketika kita mengingat ada orang yang harus kita bahagiakan”.Baginya pendidikan tinggi bukan untuk menyaingi kaum laki-laki, namun untuk menghasilkan generasi yang cerdas dibutuhkan seorang ibu yang cerdas pula- AzzahraAsymotp