Selasa, 31 Oktober 2017

Global Village


Global Village : the world seen as a community in which people are connected by computers, television, etc., and all depend on one another


Marshall McLuhan  mengatakan konsep mengenai perkembangan teknologi komunikasi di mana dunia dianalogikan menjadi sebuah desa yang sangat besar. Memperkenalkan konsep ini pada awal tahun 60-an dalam bukunya yang berjudul Understanding Media.

Desa Global
               Desa global adalah istilah dalam penggunaan saat ini yang memperoleh kualitas klise. Memang, dalam banyak hal, batas-batas nasional menjadi tidak relevan. Pasar uang dan perusahaan multinasional, televisi satelit, rudal internet dan antar benua, semuanya tampak mengejek batas yang tidak lagi takut. Dalam situasi tersebut, orang dapat dibenarkan untuk bertanya-tanya apakah negara-bangsa telah melampaui masa manfaatnya dan sedang dalam proses disintegrasi; atau berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar dan lebih kuat dengan kemampuan menghadapi dan mengatasi tantangan teknologi modern.

          180 negara aneh yang terdaftar di PBB (dan beberapa di luarnya) masing-masing memiliki wilayah tersendiri, dan masing-masing memiliki pemerintah yang haknya untuk menjadi suara perwakilannya diakui oleh pemerintah lain (setidaknya sebagian besar dari mereka ). Tidak diragukan lagi, perkembangan teknologi telah mengikis kemerdekaan, kekuasaan dan batas-batas yang kaku. Di bidang ekonomi, transnasional semakin mudah dan murah, dan kepercayaan akan kemandirian nasional terus dihancurkan. Langkah yang salah oleh pemerintah besar menemukan dampak pada pasar di seluruh dunia. Disiplin pasar keuangan internasional saat ini mendorong pemerintah nasional untuk mengelola ekonomi mereka secara lebih efisien.

          Dalam soal pertahanan juga terjadi perubahan radikal. Sedikit lebih dari setengah abad yang lalu, daratan dan laut adalah arena peperangan. Dengan perkembangan pesawat terbang, aspek ketiga peperangan berkembang. Kini, perubahan pesat yang ditimbulkan oleh teknologi ruang angkasa dan pengembangan rudal telah menciptakan situasi yang secara harfiah menekan tombol dapat mengalahkan negara setengah jalan di seluruh dunia.
pada masa desa global terjadi, informasi dan komunikasi akan sangat terbuka, begitu juga dengan peran media massa dalam mentransformasi pesan. Dampak bagi masyarakat adalah masyarakat akan cenderung mempunyai persepsi yang sama karena memperoleh kesamaan kesempatan untuk mengakses informasi. Contoh dampak desa global bagi masyarakat adalah gempa yang terjadi di Sumatera Barat dapat menimbulkan kesan yang sama pada orang di Bandung atau di Samarinda. Persepsi mereka terhadap pemberitaan media massa akan cenderung sama, yaitu sedih, iba, ingin membantu, dan sebagainya. Hal ini tentunya membawa dampak positif bagi masyarakat, yakni membantu mempercepat masyarakat untuk mendapat informasi terbaru mengenai suatu peristiwa.

Media massa juga membantu masyarakat untuk menolong korban gempa di pariaman dan sekitarnya, dengan pemberitaan bantuan untuk korban gempa, seperti "X peduli gempa padang", "dompet amal gempa padang" dan sebagainya. Ada juga dampak negatif dari menjadi nyatanya konsep desa global ini, yakni siapapun dapat mengakses apapun, misalnya anak kecil yang dapat mengakses berita kekerasan lewat tayangan televisi, atau melihat video porno di internet. Masyarakat sendiri yang harus bisa menyaring apa yang mereka anggap baik mereka. Sedangkan dampak desa global bagi media massa adalah berkembangnya industri media massa, baik media cetak, media interaktif, maupun media elektronik. Kemunculan teknologi seperti 3G, 4G, Wimax, situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, plurk tidak lepas dari kemunculan desa global.

Dampak positif Global Village 

1.    Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan dan kesehatan
2.    Mudah melakukan komunikasi antara sesama tenaga kesehatan
3.    Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
4.    Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
5.    Mudah memenuhi kebutuhan


Dampak negatif Global Village
1.    Informasi yang tidak tersaring 
2.    Perilaku konsumtif
3.    Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit bagi tenaga kesehatan
4.    Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5.    Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar