Sabtu,
20 Mei 2017 adalah hari bersejarah bisa melangkahkan kaki langsung ke tempat
pembuatan surat kabar yang terkenal di propinsi Riau. Ya Graha Pena Riau Pos
Group tempat dimana surat kabar bermula hingga di sebarkan dari kota hingga
pelosok desa di Riau. Siapa sangka di gedung ini tidak hanya memproduksi satu
jenis Koran saja. Namun berbagai macam seperti Koran Mx, Pekanbaru pos dan
masih banyak lagi. Namun tetap saja yang menjadi primadona hari ini adalah Riau
Pos karena menjadi pembelajaran dasar sebagai mahasiswa untuk menjadi jurnalis
yang professional nantinya.
Bapak
Helfizon Assyafei menyatakan bahwa sangat merasa senang dengan kunjungan
mahasiswa Ilmu Komunikasi ini. Selain menjalin hubungan silahturahim momen ini
juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar lenih dalam tentang berita
dan Koran. Memenuhi mata kuliah Komunikasi Massa, hal ini mendapatkan antusias
dari pada mahasiswa yang ikut serta dalam pertemuan ini. Ada yang sangat
membanggakan juga bahwa salah satu alumni dari ilmu komunikasi UIN Suska Riau,
Sholrh telah menjadi wartawan di Riau Pos. Jadi sapa saja yang ingin bergabung
dengan Riau Pos, diharapkan bisa memiliki pengalaman menarik seperti ini.
Koran
yang terbit 17 Januari tahun 1991 ini sudah banyak mendapatkan prestasi yang
luar biasa. Salah satunya terbitan Koran pertama “Teluk Meletus” karena Koran ini hanya menjadi satu-satunya yang
mengabarkan peristiwa teluk meletus. Dibandingkan Koran lain hanya
menggambarkan kondisi setelah kejadian peristiwa ini. Selain tugas wartawan
mencari berita, seorang humas di Riau Pos ini harus sangat berperan aktif dalam
mempertahankan agar Koran tetap hidup di kalangan pradigma pandangan masyarakat.
Walaupun kevanggihan teknologi yang berita kapan saja bisa diupdate namun tetap saja, Koran harus di budidayakan.
Proses
kerja yang cukup panjang dari reporter yang berpencar mencari sumber berita,
adanya coordinator liputan, dan wajib mendapatkan minimal 6 berita setiap
masing-masing reporter. Berita di input, lanjut ke penata liputan hingga ke
editor dan redaktur. Akhir dari itu akan di print oleh masing-masing redaksi
pelaksana. Baik itu Koran metropolis atau nasional dan akan di cek oleh
penanggung jawab redaktur perhalamannya. Kemudian sampailah Koran di tangan
kita yang dikirim oleh masing-masing kurir yang bertugas.
Mahasiswa
yang ikut berpartisipasi juga banyak mengacungkan tangan untuk bertanya baik
itu bagaimana menjadi crew dan bagaimana produksi dari Riau Pos sendiri. Moment
ini harus dilaksanakan kembali demi terwujudnya wartawan yang professional.
Menjadikan membaca Koran adalah suatu hobi dan berbagi insprirasi kepada
kalangan teman keluarga dan masyarakat.aratam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar