Minggu, 11 Juni 2017

Perdana Mengunjungi Jadikan Hobi




Sabtu, 20 Mei 2017 adalah hari bersejarah bisa melangkahkan kaki langsung ke tempat pembuatan surat kabar yang terkenal di propinsi Riau. Ya Graha Pena Riau Pos Group tempat dimana surat kabar bermula hingga di sebarkan dari kota hingga pelosok desa di Riau. Siapa sangka di gedung ini tidak hanya memproduksi satu jenis Koran saja. Namun berbagai macam seperti Koran Mx, Pekanbaru pos dan masih banyak lagi. Namun tetap saja yang menjadi primadona hari ini adalah Riau Pos karena menjadi pembelajaran dasar sebagai mahasiswa untuk menjadi jurnalis yang professional nantinya.


Bapak Helfizon Assyafei menyatakan bahwa sangat merasa senang dengan kunjungan mahasiswa Ilmu Komunikasi ini. Selain menjalin hubungan silahturahim momen ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar lenih dalam tentang berita dan Koran. Memenuhi mata kuliah Komunikasi Massa, hal ini mendapatkan antusias dari pada mahasiswa yang ikut serta dalam pertemuan ini. Ada yang sangat membanggakan juga bahwa salah satu alumni dari ilmu komunikasi UIN Suska Riau, Sholrh telah menjadi wartawan di Riau Pos. Jadi sapa saja yang ingin bergabung dengan Riau Pos, diharapkan bisa memiliki pengalaman menarik seperti ini.
Koran yang terbit 17 Januari tahun 1991 ini sudah banyak mendapatkan prestasi yang luar biasa. Salah satunya terbitan Koran pertama “Teluk Meletus” karena Koran ini hanya menjadi satu-satunya yang mengabarkan peristiwa teluk meletus. Dibandingkan Koran lain hanya menggambarkan kondisi setelah kejadian peristiwa ini. Selain tugas wartawan mencari berita, seorang humas di Riau Pos ini harus sangat berperan aktif dalam mempertahankan agar Koran tetap hidup di kalangan pradigma pandangan masyarakat. Walaupun kevanggihan teknologi yang berita kapan saja bisa diupdate  namun tetap saja, Koran harus di budidayakan.
Proses kerja yang cukup panjang dari reporter yang berpencar mencari sumber berita, adanya coordinator liputan, dan wajib mendapatkan minimal 6 berita setiap masing-masing reporter. Berita di input, lanjut ke penata liputan hingga ke editor dan redaktur. Akhir dari itu akan di print oleh masing-masing redaksi pelaksana. Baik itu Koran metropolis atau nasional dan akan di cek oleh penanggung jawab redaktur perhalamannya. Kemudian sampailah Koran di tangan kita yang dikirim oleh masing-masing kurir yang bertugas.
Mahasiswa yang ikut berpartisipasi juga banyak mengacungkan tangan untuk bertanya baik itu bagaimana menjadi crew dan bagaimana produksi dari Riau Pos sendiri. Moment ini harus dilaksanakan kembali demi terwujudnya wartawan yang professional. Menjadikan membaca Koran adalah suatu hobi dan berbagi insprirasi kepada kalangan teman keluarga dan masyarakat.aratam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar