Minggu, 01 Januari 2017

CERPEN

Keteguhan Hati (Keganti)-Kisah Hidup Mahasiswa


            Menjadi salah satu orang terpopuler di SMA tidak membuat jalan masuk menuju perguruan tinggi semudah yang dibayangkan. Beberapa prestasi sudah diraih dan harapan akan diterima disalah satu universitas yang sangat ia impikan. Bagaimana tidak seorang yang biasa di panggil Asymo ini selalu mendapatkan respon baik dari teman dan guru-gurunya. Serta setiap perlombaan yang diikutinya mendapatkan juara. Tidak hanya di kelas namun juga di luar daerah. Dalam hatinya tertanam tidak ada rasa sulit yang menghampiri, dan tetap percaya tidak ada yang tidak mungkin.
Selain pintar Asymo juga adalah remaja putri yang sangat baik, mudah bergaul dengan siapa saja dan hampir seluruh siswa di sekolah tempat ia menunut ilmu mengenal siapa itu Asymo. Berkat kegigihan dan keteguhannya dalam belajar, maka ia juga mudah mendapatkan jalur undangan masuk ke salah satu universitas yang sangat ia inginkan. Betapa sangat bahagianya ketika itu, ia terpilih menjadi salah satu wanita posisi 4 besar untuk menduduki universitas itu. Dengan semangat yang luar biasa ia mempersiapkan semuanya dan sangat bangga akan perjuangannya selama ini. Namun ada saja aral yang melintang, beberapa wanita populer lainnya tidak menyukai kemenangan yang di raih Asymo. Ini disadari oleh Asymo ketika melihat hasil kelulusan di Universitas yang seharusnya tertera nama lengkapnya. Ternyata tak seperti yang dibayangkan,  berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan, ya jatuh berderai tetesan dari mata indahnya. Nama yang ia harapkan tak kunjung ditemukan setelah berulang kali mencari. Hal ini menjadi cambuk yang sangat luar biasa untuk Asymo, entah apa yang salah pada dirinya kenapa ada ke mustahilan seperti ini.
            Inti masalahnya adalah uang,  Asymo hanya memberikan uang pendaftaran tidak dengan uang jaminan sebesar 5juta rupiah. Jaminan ini berfungsi  jika siswa di sekolah ini lulus, maka wajib untuk mengambil peluang itu,  agar sekolah tersebut tidak di blacklist tahun yang akan datang. Tak dapat di pungkiri yang seharusnya kolom itu berisi namanya namun di isi oleh perempuan yang tidak menyukai nya. Rasanya tidak ada lagi harapan untuk tetap melanjutkan perjuangan, hanya karena uang bisa menggantikan semuanya. Amarah pun tak tertahan lagi, tangis mengucur deras di pipi indahnya “kenapa begitu sakit ya Rabb, Inikah nikmat yang harus aku terima?”.
Memang bukan salah siapa-siapa, Asymo hanya mempunyai orang tua tunggal yang menjadi tulang punggung untuk keluarga kecilnya. Yang sejak kecil hanya tinggal bertiga dengan salah satu sepupu perempuan yang sekolahnya juga dibiayai oleh ibu Asymo.
 Untuk melunasi uang jaminan itu adalah salah satu hal yang sangat sulit untuk dipenuhi ibunya. Sudah hampir sebahagian uang itu terkumpul dari berdagang di pasar, sampai mendekati hari pelunasan Asymo tak kunjung bisa melunasi jaminan tersebut. Namun pihak sekolah juga sudah memberikan keringanan,  karena Asymo adalah salah satu siswa yang aktif dan berprestasi maka dibolehkan untuknya tidak membayar jaminan itu,  dan wajib membayar jika Asymo dinyatakan lulus. Takdir berkata lain, ia tak bisa menduduki posisi menjadi mahasiswa di salah satu universitas kebanggaannya itu.
Tidak putus harapan, Asymo berjuang lagi untuk mengikuti  beberapa tes di 3 universitas dengan jurusan yang berbeda. Walaupun dengan harus memikirkan bagaimana nantinya untuk membayar uang spp setiap semesternya. Dalam hatinya selalu saja ada rasa tak ingin memberatkan ibu untuk membiayai studinya. Mencari peluang di daerah tempat tinggalnya ia bekerja menjadi seorang Pramuniaga di salah satu toko, yang niat utamanya uang itu diberikan untuk ibu. “Manusia apa aku ini, membiarkan orang tua berjuang sendiri.  Tidak tega melihat ibu berjualan di pasar , membanting tulang hanya untuk membiayaiku hidupku”.
Tak pernah terbayangkan Asymo, namanya tetera pada 3 universitas yang ia daftarkan. Kebahagiaan terpancar di wajah ibunya dan meminta ia masuk di salah satu universitas itu. Dengan kondisi seperti ini ia mengurungkan niatnya menjadi mahasiswa. “Asymo bekerja saja bu, untuk mencukupi semua kebutuhan dan membiayai semua hutang-hutang kita.” Ucap Asymo dengan berlinang air mata. “Azzahra Asymo, kamu adalah putri ibu yang pintar. Pergunakan itu untuk membahagiakan. Bukan hanya membahagiakan  ibu namun juga  orang lain nak. Jadilah orang yang sukses yang berguna untuk orang banyak”  jelas ibu Asymo.
Tak berfikir panjang peluang ini tidak lagi dibuang begitu saja oleh Asymo, ia berharap salah satu universitas yang ia pilih ini adalah tempat ia bisa mengabdikan dirinya juga menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain. Memilih jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Islam di Pekanbaru adalah jawaban dari tadahan tangannya setiap malam.
Demi untuk mencukupi spp pertama masuk kuliah ia harus bekerja siang dan malam di salah satu toko, dan menjadi ojek antar jemput anak tetangga setiap pagi dan sepulang sekolah. Hal ini selalu dilakukan Asymo hingga  semua uang itu terpenuhi dan ia pun resmi menjadi mahasiswa. Betapa bahagianya ada jalan lain yang disiapkan oleh Allah untuk Asymo dan keluarga kecilnya. Walaupun tanpa seorang ayah ia masih bisa melanjutkan sekolahnya.
            Belum selesai cerita pedih yang dialami Asymo, ia harus merelakan dirinya setiap malam untuk kembali bekerja di tempat yang berbeda demi memenuhi kebutuhan ia dan ibunya. Selain bekerja di toko ia juga berjualan di salah satu kantin di kampus itu. Begitu banyak hinaan untuk dirinya, tak jarang juga ia sering menangis ketika keningnya bersentuhan dengan sejadah. Ini adalah satu perjuangan terbesar yang harus dilalui Asymo untuk menjadi sarjana.
            Dengan kelembutan dirinya ia mampu bergaul dengan cepat dengan siapa saja bahkan dengan mahasiswa dari universitas yang lain, selain itu keahliannya berkomunikasi dengan baik menjadi nilai tambah dalam dirinya. Bukan hanya cemoohan ia terima, ia juga mendapatkan respon baik dari teman dan beberpa dosen. Semester pertama ia mendapatkan IP dengan rata-rata sangat memuaskan. Selain itu semester tahap kedua ia menjadi salah satu reporter yang bekerjasama dengan salah satu media ternama di daerah itu. Tidak sampai disitu prestasi yang mengagumkan juga ia dapatkan menjadi moderator termuda di acara-acara resmi, di dalam dan luar kampus, serta menjadi salah satu asisten dosen yang sangat ia senangi. Itu tidak pernah terfikirkan olehnya karna yang ia lakukan adalah untuk membahagiakan ibu dan orang-orang di sekitarnya.
Anak semata wayang  ini menggeluti hari-harinya dengan bekerja dan menjalani aktifitas sebagai seorang mahasiswa. Banyak rintangan yang harus di hadapi oleh Asymo. Selain harus meminjam uang untuk semester ia juga harus pandai menyisipkan hasil keringat untuk membayar uang kontrakannya. Tak jarang juga garam adalah salah satu lauk yang menjadi santapan lezatnya setiap malam. Untuk menghemat pengeluaran, salah satu andalan Asymo sejak duduk di bangku SMP adalah dengan berpuasa, itu menjadi kebiasaannya agar uang yang ia punya bisa dipergunakan untuk yang lain.
Tidak hanya bekerja namun ia juga aktif di organisasi kampus, dan dengan niat baiknya ia mendapatkan beasiswa untuk tetap melanjutkan kuliah. Namun tidak berbangga hati ia masih tetap bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu dan mengisi tabungannya untuk membeli rumah. Ya salah satu impian terbesarnya mempunyai tempat berteduh sendiri tanpa harus menyewa dan ditagih oleh pemilik rumah seperti setiap bulannya. Semua mahasiswa juga mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda, tapi lain dengan Asymo, ia merasa dirinya tidak mendapatkan kesulitan namun suatu batu loncatan agar ia semangat dan mengingatkan ia tidak lupa bersyukur atas apa yang telah ia dapatkan, baik itu kepedihan juga penghargaan atas apa yang ia lakukan.
Demi mengisi waktu luangnya ia juga memberanikan diri untuk mengambil pekerjaan di satu tempat pengkopian buku sekitaran kampusnya, ini dilakukan Asymo ketika jeda waktu masuk perkuliahan. Sembari menunggu jam kuliah selanjutnya, kekosongan itu di isi dengan bekerja. Salah satu perempuan yang mampu mengerjakan pekerjaan ini. Sebab kalangan pekerja di tempat itu mayoritas adalah laki-laki.
Entah bagaimana ia mengatur waktunya untuk bekumpul dengan teman-teman, belajar, bersenang-senang dan membuat tugas. Semuanya ia lakukan bak suangai Kampar yang mengalir begitu saja. Banyak yang berfikir bahwa nilai yang ia dapatkan karena aktifitas yang ia lakukan hanya sekedar belajar dan belajar. Namun tidak semua yang tercengang ketika mengetahui bahwa waktu belajar nya adalah ketika dosen menjelaskan, karena baginya ilmu yang mudah diingat dan lama di memori adalah ketika kita serius dalam menangkap ilmu itu. “Jika saya belajar lagi dirumah, dan menghabiskan waktu hanya untuk belajar. Nanti saya dan ibu saya tidak bisa makan. Tidak mungkin hanya sekedar garam yang kami kunyah tanpa nasikan?”. Ucapnya. Asymo hanya tertawa kecil jika ditanya kapan belajar.
Proses belajarnya dalah ketika perkuliahan, namun setelah itu ia harus rela membagi-bagi waktunya untuk menghasilkan rupiah demi rupiah. Ini dilakukannya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan, agar tidak dengan meminta-minta, dan tidak harus menunggu belas kasihan orang lain. Tidak perlu bersusah payah mengemis perhatian dari keluarga yang notabenen juga merasakan hidup  yang hampir sama.
Lalu bagaimana waktu untuk ia beristirahat? Asymo juga manusia yang membutuhkan semua itu, ia tidur selama 5jam setiap malam dan di bantu selepas sholat ketika teman-temannya makan siang, ia menyempatkan istirahat walaupun hanya 10 menit. Ini menjadi rutinitas yang di lakukan Asymo sejak sekolah hingga duduk  di bangku perkuliahan.
Wanita berusia 19 tahun ini selain mampu menyemangati dirinya, ia juga mampu memberikan dampak positif untuk orang-orang terdekatnya. Berkat ketulusannya dalam bersahabat ia juga selalu mensupport mereka agar tidak mudah menyerah dan harus bisa melebihi dirinya. Karena baginya bukan nilai yang selalu menentukan kualitas hidup seseorang, namun tanpa nilai kita juga tidak bisa mempunyai kualitas untuk mampu membatu dan berguna bagi orang lain.
Asymo juga wanita biasa yang mampu merasakan jatuh cinta, tapi baginya cinta yang luar biasa itu nanti bisa dirasakan dengan nikmat ketika ia telah membahagiakan ibunya. Salah satu semangatnya juga berada pada satu pria yang juga begitu pintar, dan tampan. Namun harus mengkubur dalam-dalam perasaan itu, ia hanya mau berjalan di satu jalan untuk ibu dan bermanfaat untuk orang lain.
Wajahnya memang tidak begitu cantik namun mampu menenangkan, senyumnya yang begitu manis juga tutur katanya yang begitu lembut, membuat para lelaki banyak mengintai hatinya. Tidak satu dua orang yang mendekati dan memberanikan diri menyatakan cinta kepadanya, tapi sudah beberapa laki-laki yang setiap kali bertemu dengannya merasakan kenyamaman dan ketenangan itu dari dalam dirinya.
Namun Asymo berpegang pada keteguhannya selama ini bahwa cinta adalah anugerah yang harus di jaga dengan baik dan di berikan kepada orang yang berhak untuk di cintai. Bukan berarti mereka yang mendekati hatinya tidak baik, namun ia hanya menjaga dirinya sebagai seorang muslimah dan terus memprioritaskan dirinya hanya untuk mewujudkan impiannya selama ini. “Jika benar kamu mencintai, silahkan kita berjuang dahulu di jalan masing-masing. Kelak jika kita memang di tadirkan bersama maka kita akan bertemu dengan cara yang sangat luar biasa”. Kalimat yang selalalu di lontarkan Asymo jika ada laki-laki yang mendekati hatinya.
Perjalanan hidup yang amat pedih ini ia jalani dengan selalu bersyukur, ia tidak pernah kelihatan mengeluh atas pahitnya hidup serta selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang membutuhkan dirinya. Baginya menjadi seorang mahasiswa tidak harus berjalan mulus, namun karena kerikil-kerikil kecil ini menjadi salah satu warna yang menyertai setiap langkah di perjalanan hidup yang akan menjadi ingatan indah nantinya. “Mungkin dengan tersenyum, beban, tangis, lelah yang ku hadapi terasa ringan dan seakan hilang begitu saja ketika kita mengingat ada orang yang harus kita bahagiakan”.Baginya pendidikan tinggi bukan untuk menyaingi kaum laki-laki, namun untuk menghasilkan generasi yang cerdas dibutuhkan seorang ibu yang cerdas pula- AzzahraAsymotp

Sabtu, 19 Desember 2015

CERPEN



Begitu Berarti...

Suara knalpot, teriakan dan klakson membuat suasana jalan semakin ricuh, ya beginilah suasana Pekanbaru di pagi hari selalu dipenuhi oleh hiruk pikuk lalu lalang kendaraan walaupun weekend sekalipun tetap saja kemacetan itu tak pernah berkurang. Namun sisi lain dalam hati ini terucap satu nama. Yang selalu menjadi pilihan didalam do’aku.

Annahar.... ya dia laki-laki yang selalu aku fikirkan tiga tahun belakangan ini. Senyuman yang khas, suara yang merdu, semakin membuat hati terpana akan dirinya yang sangat sederhana itu. Sering kali aku merasa bahwa dia adalah satu-satunya laki-laki yang akan menjadi pasangan halalku nantinya. Namun hati juga mengatakan bahwa ah sangatlah mustahil orang sepertinya bisa denganku. Hubungan singkat yang kami lalui itu semakin membekas. Ingin sekali aku bertemu dengannya dan mengatakan bahwa begitu rindunya hati ini, begitu sangat-sangat rindu. Tapi jika seandainya pertemuan itu datang, takkan mampu bibir ini berkata melainkan akan bungkam seribu bahasa.

Seandainya diizinkan untuk kedua kalinya, takkan pernah aku meminta agar ia menemui ku pada malam itu. Begitu bahagia pertemuan singkat itu aku rasakan, begitu indah awal pertemuan itu sudah sebagai sepasang kekasih.  Namun apalah mau dikata, darah sudah menjadi saksi malam itu, dan jaitan yang membuat mata tak berhenti meneteskan air mata yang sudah terlanjur  membekas.

Yaa.. diawal permulaan hubungan singkat kami harus berakhir dengan penyesalan dan air mata.  Tak ada niat untuk bertemu, tak ada keinginan akan seperti ini jadinya. Dia datang dihadapanku dengan celana jeans panjang dan baju kokoh yang menjadi pusat perhatianku malam itu.  Akupun tak sadar sehingga bisa bertemu dengan sosok sepertinya, ku lingkarkan tangan di pinggangnya dan aku berkata “salam kenal”. Dalam perbincangan hangat kami berhenti di satu sorot lampu jalan sehingga terlihat begitu jelas senyum yang indah, dan rasanya tak sanggup bila harus terus memandangi wajahnya.



Dinginnya malam seakan membuat kami semakin kaku untuk saling mengutarakan hati. Namun tiba juga saatnya dipenghujung roda akan membawa kami pulang.  Menikmati pertemuan pertama yang baru pertama aku rasakan, sontak berhenti ketika kendaraan yang kami naiki berhenti total ditengah jalan. Didalam kegelapan, kami berdua bersama-sama mendorong sepeda motor yang dipinjam dari temannya itu. “begitu sangat polos, dan tak ada kata lain selain bahagia” berbisik hati ini melihat begitu lepasnya senyuman indah itu. Begitu sangat ingat ketika itu setelah sepeda motor sudah bisa hidup, kami melanjutkan perjalan pulang rumah kos yang aku tempati.

 Sesampainya disana,  rasanya tak ingin melepas ia untuk segera pulang, hati seakan sangat begitu berat untuk melepaskannya. “Narisa, Aku pulang dulu ya.? Jaga diri baik-baik” terdengar lembut jika keluar dari mulutnya. “hati-hati, jika sudah sampai pondok cepat kabari ya Ann?”. Ucapku yang sangat mengagumi parasnya.

Laju sepeda motor itu langsung terdengar oleh telingaku. Pukul 04.37 wib pagi, kegelisahan selalu membayang dihadapan mataku, rasa cemas selalu menghantui “apakah ia tak mau lagi bertemu denganku,? Mungkin karena wajah ku yang tak sesuai dengan keinginannya, atau mungkin saja aku bukan tipe perempuan yang baik untuknya” sembari melihat pesan singkat chattingan yang telah lalu. Pukul 8 tepat, satu pesan singkat dan tiga kali panggilan tak terjawab.”Pacar Annahar ya? Semalam dia kecelakaan dan menabrak truk besar.”  Tanpa bertanya hati ini seakan retak membaca pesan singkat itu, tak dapat berkata apa-apa lagi. Sontak menetes lah air di pipi membahasi wajah. “bagaimana keadaannya sekarang?” Ketikan pesan itu kukirim segera. “kakinya patah dan sekarang ada dirumah sakit belum sadarkan diri”.



Subhanallah........ perasaan bersalah seakan mencabik-cabik. Berusaha ku telphon dan berusaha kukirimkan pesan singkat yang begitu banyak, isinya tak lain dan tak bukan permintaan maaf dan rasa bersalah. Dua hari kemudian aku mendapatkan satu pesan singkat yang sangat berarti dalam history hidupku. “maaf ya Nar, malam itu sudah terjadi suatu tragedi yang membuat tubuh ini tak bisa untuk sesempurna sedia kala. Aku tetap mencintaimu. Tapi aku malu harus bergandengan dengan seseorang yang cantik sepertimu. Ketika kaki ini sudah banyak menyemburkan darahnya, kepala ini hanya tertuju memikirkan kamu. Ketika ku sadar pertama kali yang kuingat hanyalah kamu, dan pesan singkat yang kubaca pertama kali itu adalah darimu. Sungguh bercampur aduk rasanya dihati. Perasaan bahagia ada juga perasaan malu karena sudah berada dalam kondisi seperti ini. Jangan pernah pergi dan jangan pernah malu ya jika berada denganku nantinya.? Aku sangat mencintai kamu.”  Ku rasa tidak pesan singkat tapi perasaan yang sudah membuat sangat bahagia ketika kubaca.



Berusaha ku temani dan berjanji takkan pernah kutinggalkan dia, yaa... kekasihku yang sangat aku cintai. Setiap hari layaknya pasangan jarak jauh yang sudah lama tak pernah bertemu. Lewat dentingan pesan singkat hanya bisa melepaskan kerinduan, lewat suara kadang tangis menyertai. Begitu tak ada yang bisa menandingi perasaan yang kami rasakan saat ini. Suatu ketika perbincangan hangat yang selalu diutarakannya berubah dengan ucapan yang tak pernah kuharapkan sebelumnya terlontar dari bibirnya.



“Nar, kita berteman saja? Aku tak pantas dengan kamu, sekarang masih banyak lelaki yang sempurna yang bisa membahagiakan kamu nantinya. Aku hanya seorang lelaki yang cacat tak bisa berbuat apa-apa. Semoga jika kita dipertemukan kembali aku sudah dalam keadaan sehat. Ingatlah orang yang pertama aku cari ketika aku sukses adalah kamu, wanitaku”. Kata singkat namun mempunyai banyak maksud dan tujuan.

Tak ada kata yang dapat kuucapkan, tak ada yang bisa langsung kuutarakan. Sejenak aku terdiam “Salahkah aku mempunyai cinta yang begitu besar kepada salah satu makhluk ciptaanmu rabbku? Salahkah aku sudah menetapkan pilihan laki-laki yang ku harapkan menjadi imam dan ayah dari anak-anakku itu adalah dia? Salahkah aku tak bisa memiliki satu kesempatan untuk selalu bersamanya, apapun kondisinya saat ini ?? Berdosakah rabb???.



Tangisan itu tak bisa ku pendam lagi. Membucahlah semua yang aku cita-citakan selama ini, bahagia dalam kejauhan dan berharap hubungan yang seperti akan membuat kami menemui indahnya mahligainyang halal ternyata hanyalah angan yang akan terus menjadi mimpi. Berusaha kuterima dengan apa yang sudah menjadi keputusannya walaupun sudah ku katakan aku menerima dia apapun kondisinya, bagaimana pun situasinya aku tetap ingin bersama dirinya.



Tapi tangis ini tak mampu jadi senjata memintanya untuk tetap disini.Persahabatn antara kakak dan adik rasanya lebih baik untuk moment seperti ini. Aku bahagia, banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari kisah percintaan ini. Banyak yang harus kuperbaiki, berharap agar nantinya satu laki-laki seperti dia yang menjadi jodohku tak akan pernah lagi meninggalkanku kembali.

 Dan sungguh sangat bangga aku pernah mencintai laki-laki yang sangat berpegang teguh pada keimanannya, studynya. Ya dia seorang hafidz Al-Qur’an dan melanjutkan studynya di Sudan, Africa Conference Hall. Walau tak ammpu menjadi sebagian dari hidupnya, setidaknya saat ini dia adalah motivasiku untuk tetap berkarir. Hikmah dari hubungan ini adalah aku lebih leluasa memeberikan cinta dan kasihku hanya untuk Rabbku, bukan untuk makhluk ciptaan-Nya. Dan tentunya menjalani hidup yang begitu lebih singkat dari kisah percintaan kami.

Jumat, 18 September 2015

Nice Moment!






Assalamu'alaikum y akhii dan ukhti...
Sebelumnya apakabar semua..??
Alhamdulillah Luar Biasa. ALLAHUAKBAR...

"lhamdulillah akhirnya jadi mahasiswa juga. Pada tanggal 12-13 sepetember kami para maba ilmu komunikasi melalkukan acara yang kata panitia baru pertama kali dilaksanakan. "COMMUNICATION DAY". awalnya sih berfikir pasti sama seperti pndk universitas, ataupun fakultas. tapi kalian ga bakal nemuin moment ini kalau ga ikut comday.  dari mulai MC nya kocak, senirnya yang gokil dan tentunya para MABA yang keren dan kece kayak aku gini HAHAHA :D.

 Kapan lagi coba dapet temen, sahabat, materi yang bener-bener membawa dampak positif. yang awalnya kami ga tau ya gini kami ga perlu banyak tanya sama senior. moment yang paling mantep itu ketika hari terakhir kami maba, senior lompat bareng guys! lompat ngapain coba ? ya jelas lompat kayak konser ala-ala korea gitu, ya walaupun aku cuma melongo dibawah keinjek-injek. bukan ga mau ikut berbaur guy's.... masalahnya nasi yang gua makan kaga cukup. makanya ga ada semangat. just kidding.

Disini saya sudah tidak milik kak ocha, udah selesai comday guy's hehe. jangan mikir anak komunikasi kenapa ancur kayak aku ya ? ini akibat dari kakak senior yang  super duper WOW. Apalahgi yang namanya MIFFTAHURROHMAN. itu pembimbing kami selama Comday. Dan saking serunya kelompok kami, PLANG yang disuruh dibuat dr sterofom, kami hanya buat dari kertas HVS. 
memangg Prah irit atau kenapa. Sesuai dengan Nama kelompok kami WEBSITE : BANYAK ILMUNYA, SUSAH NGAKSESNYA. MAHAL PAKETNYA.

iitu aja sih kesannya, dan pesannya semoga tahun depan acara comday tetep diladakan dan tentunya lebih seru.Big thanks kelompokWEBSITE, kak Rohman, kak ecii dan para PANITIA ng kami banggakan. Terimakasih waktunya, lelahnya, kami bersyukur masuk Ilmu Komunikasi, Karna mendapatkan moment yang tidak bisa kami dapatkan ditempat lain. 


trims
Tamara Pratiwi